Mitrapers.onnews.co.id - Suasana Ramadan 2026 di New York City, Amerika Serikat, terasa istimewa. Meski udara dingin masih menyelimuti bulan Februari, ratusan umat Muslim tetap antusias mengikuti salat tarawih berjamaah yang digelar di kawasan Times Square.
Dikutip dari media sosial YouTube @ayatunaambassador, Minggu (22/2/2026), kegiatan tahunan tersebut dihadiri peserta dari berbagai daerah, tidak hanya warga setempat tetapi juga jamaah dari negara bagian lain. Sejumlah peserta bahkan menempuh perjalanan berjam-jam demi dapat berpartisipasi dalam momen kebersamaan yang menandai datangnya bulan suci Ramadan. Diketahui, pelaksanaan salat tarawih ini merupakan yang kelima kalinya digelar dan pada tahun 2026 diselenggarakan oleh para pemuda Muslim setempat.
Menjelang waktu berbuka, azan Magrib berkumandang di tengah keramaian pusat kota yang dikenal sebagai salah satu ikon dunia itu. Jamaah kemudian melaksanakan salat Magrib berjamaah dengan tertib dan penuh khusyuk di area yang telah disiapkan panitia.
Dalam pelaksanaannya, panitia mengungkapkan sempat terjadi gangguan dari pihak yang diduga berupaya menggagalkan salat tarawih berjamaah di ruang publik tersebut. Meski demikian, panitia memastikan kegiatan tetap berlangsung aman dan lancar.
“Ini hanya sebagian kecil dari cobaan yang datang,” tutur perwakilan panitia, seraya menegaskan gangguan tersebut berasal dari segelintir oknum yang merasa terganggu dengan kegiatan itu.
Senada dengan itu, tokoh agama Islam New York, Samsi Ali, menyatakan bahwa pelaksanaan salat tarawih berjamaah tersebut tidak melanggar ketentuan syar’i. Ia menilai kegiatan yang digagas para pemuda Muslim itu merupakan inisiatif spontan dengan tujuan memperkenalkan Islam sebagai agama yang dibangun atas kesadaran moral, menjunjung tinggi toleransi, serta mempererat tali silaturahmi.
Sebelumnya, pada momen buka bersama, panitia membagikan takjil sekitar 1.500 porsi hidangan buka puasa gratis. Sajian tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi umat Muslim, tetapi juga masyarakat umum yang berada di sekitar lokasi. Kehadiran warga lintas latar belakang itu menambah nuansa kebersamaan dan toleransi dalam kegiatan keagamaan tersebut.
Panitia penyelenggara menegaskan kegiatan ini bertujuan mempererat persaudaraan antarumat sekaligus memperkenalkan tradisi Ramadan kepada masyarakat luas. Pelaksanaan salat tarawih di ruang publik ikonik tersebut menjadi simbol keberagaman dan kebebasan beragama, sekaligus menunjukkan semangat umat Muslim dalam menjalankan ibadah meski di tengah kondisi cuaca dingin. (rin)

Social Header