Banggai Kepulauan, Sulteng - Teripang laut (Holothuria scabra), yang dikenal sebagai "Topulu" dalam bahasa lokal, menjadi salah satu komoditi laut yang sangat berharga di Kabupaten Banggai Kepulauan. Dengan nilai ekonomi tinggi, teripang laut menjadi sumber pendapatan penting bagi masyarakat pesisir.
Teripang laut memiliki karakteristik unik, yaitu tubuh panjang dan silindris dengan kulit tebal dan kasar serta warna tubuh yang bervariasi dari coklat hingga hitam.
Hewan laut ini hidup di dasar laut, terutama di daerah terumbu karang atau padang lamun. Kandungan nutrisi kaya teripang laut membuatnya sangat diminati di pasar internasional, terutama di Cina, Jepang dan Korea Selatan.
Disamping untuk di konsumsi, Teripang Laut digunakan sebagai bahan makanan, obat-obatan dan kosmetik. Harga teripang laut sangat tinggi, berkisar dari Rp. 300.000 s/d Rp 3.000.000 per kilogram.
Untuk memenuhi permintaan pasar, teripang laut dapat dibudidayakan di tambak sederhana dengan biaya yang sangat terjangkau, bahkan sumber tambahan makanan bisa dari Pupuk Kandang (Limbah Peternakan).
Namun, budidaya teripang laut memerlukan kondisi lingkungan spesifik, seperti suhu, salinitas dan kualitas air yang baik. Keberadaan Teripang di perairan dapat dijadikan indikator bahwa kondisi ekosistem tersebut masi baik, Panen teripang laut dapat dilakukan setelah 8-12 bulan atau lebih.
Dengan garis pantai sepanjang 830 kilometer, Kabupaten Banggai Kepulauan memiliki potensi untuk memproduksi teripang laut dalam skala besar.
Yayasan Blue Alliance Indonesia sedang melakukan riset pengembangan komoditi teripang di Kecamatan Buko Selatan melalui keramba prototipe.
"Jika percobaan ini berhasil, maka akan ditindaklanjuti dengan pembangunan laboratorium pembenihan untuk mendukung produksi masal yang berkelanjutan," kata Idham Farsha, Manajer Yayasan Blue Alliance Indonesia Banggai Kepulauan.
Pengembangan budidaya teripang laut yang sedang dalam tahap riset diharapkan dapat meningkatkan dan menganekaragamkan sumber daya ekonomi masyarakat pesisir di Banggai Kepulauan karena tidak memerlukan modal besar dan tidak memerlukan perawatan khusus, dapat dijadikan usaha utama maupun usaha sampingan. (Simbil)

Social Header