Breaking News

Keluarga Besar Koramil 1308-11/Liang Berduka, Ayah dari Serka Sabarudin A. Libanse, Tokoh Desa Alakasing Awaluddin Libanse Tutup Usia

Peling Tengah, Bangkep - Senyap rumah duka di Dusun Bakum, Desa Alakasing, Kecamatan Peling Tengah, pecah oleh tangis keluarga dan pelayat, Minggu, 1 Februari 2026.

Di sanalah, sosok Awaluddin Libanse, pensiunan PNS dan tokoh pemerintahan desa, menghembuskan napas terakhirnya pada usia 68 tahun 51 hari.

Berita kepergiannya bukan hanya mengejutkan keluarga, tapi juga menyelimuti seluruh warga desa dengan rasa kehilangan mendalam. Selama puluhan tahun, almarhum dikenal sebagai sosok yang senantiasa hadir dalam setiap urusan desa, bekerja tanpa pamrih dan meninggalkan jejak pengabdian yang tak mudah dilupakan. Keluarga memutuskan pemakaman almarhum digelar Senin, 2 Februari 2026. 

Saat jenazah dibawa menuju pekuburan, terlihat sejumlah personil TNI dan warga mengarak almarhum, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang dianggap sebagai pilar pembangunan dan tokoh desa.

Suara langkah mereka bergema di jalanan desa, seolah menjadi irama penghormatan bagi perjalanan hidup yang penuh pengabdian.

Ayah, Kakek dan Cicit yang Dikenang
Di balik kedisiplinan dan keteguhannya, Awaluddin adalah kepala keluarga yang hangat.

Ia meninggalkan dua anak laki-laki, dua anak perempuan, lima cucu laki-laki, tujuh cucu perempuan dan seorang cicit laki-laki. Istrinya, Almarhumah Samsiah Lingan, telah lebih dahulu berpulang.

Bagi keluarga, kepergian almarhum adalah kehilangan sosok panutan, pengingat akan nilai kerja keras, kesederhanaan dan ketulusan dalam membangun kehidupan. 

“Selamat jalan orang tua kami, selamat jalan tokoh pembangunan kami. Semoga amal ibadahmu diterima di sisi Allah SWT,” tulis pesan terakhir dalam riwayat hidup almarhum.

Jejak pengabdian Awaluddin Libanse di pemerintahan desa tercatat panjang. Dari posisi paling dekat dengan masyarakat hingga jabatan strategis, ia selalu hadir untuk memastikan roda pemerintahan dan pembangunan desa tetap berjalan.

Beberapa posisi yang pernah diemban almarhum, antara lain :

- 1972–1975, Kepala RT
- 1975–1980, Guru Agama Islam di SDN Alakasing
- 1980–1986, Kepala Jaga/Kepala Dusun serta Kepala Kamra (Hansip/Linmas)
- 1986–1995, Kaur Pembangunan Desa Alakasing
- 1995–1998, Sekretaris Desa non-PNS
- 1999–2003, Pjs Kepala Desa Alakasing
- 2003–2009: Sekdes non-PNS
2010–2014, PNS lingkup Pemda Banggai Kepulauan pada jabatan Sekretaris Desa Alakasing
- 11 November 2014, Pensiun sebagai PNS

Namun yang paling dikenang warga bukan sekadar jabatan, melainkan dedikasi dan ketulusan almarhum dalam membimbing generasi muda, ikut merumuskan program desa serta memastikan setiap pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Saat jenazah melintasi jalan desa menuju pekuburan, banyak warga meneteskan air mata. Suara doa bersahut-sahutan, mengiringi langkah para personil TNI dan warga yang mengarak jenazah. Beberapa anak kecil menatap jenazah sambil menundukkan kepala, sedangkan orang tua mengingatkan satu sama lain akan jasa dan pengabdian almarhum.

“Bapak Awaluddin bukan hanya pejabat desa, tapi bagian dari hidup kami. Beliau mengajarkan kerja keras dan ketulusan tanpa pamrih,” ujar seorang warga yang ikut mengiringi prosesi pemakaman.

Kini, Awaluddin Libanse telah berpulang. Tapi bagi masyarakat Desa Alakasing, namanya akan terus hidup dalam cerita, doa, dan setiap langkah pembangunan yang pernah ia kawal.

Sosok yang bekerja untuk desa, bukan untuk dikenang, namun untuk memberi arti sejati bagi banyak orang. (Jnr)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS