Breaking News

Bongkar Kedok "Wartawan Barteran" di Bualemo, Ketum PRIMA Desak Kapolres Banggai Tindak Tegas Oknum Pemeras

​Banggai, Sulteng – Marwah dunia pers di Kabupaten Banggai, khususnya di wilayah Bualemo, kini berada di titik nadir. Aroma busuk praktik dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum berbaju pers mulai tercium menyengat ke publik. Fenomena "Wartawan Barter Kasus" ini pun memicu reaksi keras dari pimpinan puncak organisasi media di Indonesia.

​Hermanius Burunaung, Ketua Umum Perkumpulan Pimpinan Redaksi Indonesia Maju (PRIMA) sekaligus Pimpinan Redaksi Media Berantastipikornews, mengeluarkan pernyataan "setajam silet" yang menghujam jantung persoalan. Ia mengutuk keras tindakan intimidasi yang diduga dilakukan oknum yang mengaku jurnalis namun berperilaku layaknya penyamun di jalan raya.

​Berdasarkan investigasi dan laporan warga, praktik ini diduga terjadi secara terstruktur. Salah satu korban, pengecer BBM asal Pagimana berinisial R, mengaku dihadang di tengah jalan dan dipaksa menyerahkan uang "barter" sebesar Rp 5 juta. Setelah negosiasi yang melibatkan percakapan telepon dengan pihak yang disebut "pimpinan", angka tersebut turun menjadi Rp 3,5 juta.

​Kasus serupa dialami oleh pengecer BBM berinisial (L), yang diduga ditekan hingga menyerahkan Rp 1,5 juta demi kelancaran usahanya. Selain itu, seorang pengusaha kayu di wilayah yang sama juga melaporkan telah menjadi sasaran "palak" dengan nominal mencapai Rp 4 juta.

​Sementara itu, oknum yang menjadi sorotan dalam pemberitaan sebelumnya, yakni (KN), saat ditanya memberikan klarifikasi tegas.

Saat dikonfirmasi langsung Ketum PRIMA pada Selasa (10/3), KN membantah seluruh tuduhan dan menyebut berita tersebut tidak benar.

​"Mohon maaf, sampai sekarang ini saya tidak kenal itu om inisial (L) yang ada di dalam pemberitaan. Seharusnya sebelum ditayangkan, ada konfirmasi ke saya agar ada keterangan berimbang. Intinya saya tidak pernah lakukan itu. Hal ini nanti publik yang menilai mana yang benar dan salah," tutur Ketum PRIMA sembari menirukan penyampaian bernada pembelaan diri dari (KN).

​Menanggapi bantahan tersebut, Ketum PRIMA Hermanius Burunaung memberikan catatan kritis yang lebih dalam. Menurutnya,tidak menutup kemungkinan adanya spekulasi lain dalam kasus ini yang harus diungkap oleh pihak berwajib.

​"Bisa saja terjadi ada pihak lain yang sengaja mengatasnamakan KN disaat melakukan pencegatan terhadap kendaraan pengangkut BBM tersebut. Inilah mengapa kasus ini harus diusut secara terang benderang. Siapa yang benar-benar bermain di lapangan harus diseret ke jalur hukum!" tandas Hermanius.

​Namun, ia kembali memberikan peringatan pedas bagi seluruh awak media. "Profesi jurnalis itu intelektual dan terhormat. Jangan jadikan media sebagai alat pemerasan. Profesi yang kita cintai ini dicoreng oleh oknum yang menjadikan kartu pers sebagai topeng semata. Mereka yang suka rezeki instan tanpa menulis dan tanpa keluar keringat adalah benalu pers !"

​Sebagai panglima organisasi PRIMA, Hermanius mendesak Kapolres Banggai agar segera menginstruksikan Polsek Bualemo untuk melakukan langkah nyata. Hal ini penting agar tidak ada wartawan asli yang merasa dirugikan oleh ulah oknum atau pencatut nama.

​"Saya mendesak Kapolres Banggai memerintahkan Polsek Bualemo untuk menindaklanjuti dugaan ini. Jangan pandang bulu ! Siapa pun yang terbukti melakukan pemerasan, baik itu oknum wartawan asli maupun mereka yang hanya mencatut nama untuk memeras, harus disikat habis. Jangan biarkan rakyat kecil dihantui oleh oknum bermental penyamun yang merusak marwah jurnalisme !" pungkasnya dengan nada tegas. (*)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS