Banggai, Sulteng – Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Banggai, Irwanto Kulap, SP, menegaskan bahwa petani dan nelayan tidak boleh hanya dijadikan objek politik, melainkan harus menjadi subjek utama dalam upaya ketahanan pangan daerah.
Menurut Irwanto, banyak dari mereka yang hanya hadir pada momentum kepentingan tertentu, namun setelah itu meninggalkan petani dan nelayan. Padahal, petani dan nelayan adalah ujung tombak pembangunan sekaligus ukuran terhadap maju mundurnya pembangunan di daerah.l bahkan nasional.
“Petani dan nelayan harus ditempatkan selaku prioritas dalam kebijakan pembangunan, agar mereka bisa mandiri secara ekonomi dan menjadi kelompok masyarakat yang sejajar dengan pengusaha, karena selama ini mereka sering dianggap berada di strata paling bawah,” ujarnya.
Perjalanan tugas Irwanto sebagai Ketua KTNA Banggai mencerminkan dedikasi tinggi dan semangat juang untuk menembus berbagai rintangan demi membawa perubahan nyata bagi masyarakat desa. Setiap langkahnya dalam memajukan pertanian dan perikanan merupakan wujud komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.
“Perjalanan ini tidak hanya tentang menempuh jarak, tetapi juga membangun hati yang sabar dan penuh syukur,” kata Irwanto.
Motivasi untuk memaparkan potensi desa serta menjalin kerjasama dengan berbagai pihak menjadi pendorong utama yang mengubah kepenatan menjadi semangat juang yang membara.
Pandangan dan visi besar Irwanto menekankan bahwa ketahanan pangan daerah sangat bergantung pada keberdayaan petani dan nelayan. Ia mengajak seluruh pihak mendukung upaya ini agar petani dan nelayan bisa hidup lebih mandiri dan sejahtera. (rin)
Narahubung : Michael Tendean, SP

Social Header