Breaking News

Momen Jelang Sahur, Irwanto Kulap Isi Malam Ramadan dengan Gagasan untuk Petani dan Nelayan di Banggai

Luwuk Selatan, Banggai - Malam Ramadan menjadi momentum refleksi sekaligus ruang melahirkan gagasan bagi sosok tokoh muda Banggai dengan tampilan sederhana yang sukses meniti karir politiknya di Kabupaten Banggai.

Polisiti muda jebolan Partai Golkar 4 (empat) periode ini menjadi primadona di mayoritas komunitas petani dan nelayan di Kabupaten Banggai.

Pemenang pileg dengan suara terbanyak dari 35 Aleg utusan empat Dapil DPRD Banggai ini meraih suara signifikan dengan memborong dua kursi sekaligus melalui perolehan total suara 8080 di pileg 2024.

Kini, disamping mengemban amanat selaku Aleg, Irwanto juga aktif sebagai ketua komisi 2 DPRD Banggai. Tak hanya itu, Irwanto Kulap, SP juga mengembangkan amanah selaku Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Banggai.

Suatu waktu di bulan Ramadhan 1447 Hijriyah/2026 Masehi, di sela waktu menunggu sahur, ia memanfaatkan momen istirahat sejenak di Teras Aspirasi (TA) Puncak Bukit Mambual, Kecamatan Luwuk Selatan, untuk mengisi ulang energi sekaligus menata pikiran demi tetap fokus dalam memperjuangkan kepentingan petani dan nelayan.

Suasana malam yang tenang di kawasan perbukitan tersebut tidak menghentikan alur produktivitasnya. Namun dibalik demikian, justru di tempat itu, berbagai ide dan gagasan terus lahir, sebagai bagian dari upaya mencari solusi dan langkah strategis bagi peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan di Kabupaten Banggai.

Bagi Irwanto, waktu istirahat bukanlah tanda berhenti bekerja. Ia memaknainya sebagai cara menjaga keseimbangan energi dan konsentrasi agar tetap mampu menjalankan peran dan tanggung jawabnya secara maksimal.

Menurutnya, petani dan nelayan merupakan kelompok masyarakat yang paling setia bekerja, menjalani hari-hari mereka di tengah berbagai tantangan alam.

“Petani dan nelayan bekerja di bawah terik matahari pada siang hari dan menghadapi dinginnya malam ketika melaut maupun menjaga lahan. Karena itu, perjuangan untuk mereka tidak boleh pernah kehilangan fokus,” ujarnya.

Irwanto menegaskan, setiap langkah pengabdian yang dijalani selalu berpijak pada dua sektor utama tersebut, yakni pertanian dan perikanan, yang menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat di daerah.

Sebagai Ketua KTNA Banggai, ia dikenal aktif turun langsung ke lapangan, berdialog dengan para petani dan nelayan, menyerap aspirasi, sekaligus memantau secara langsung kondisi masyarakat di desa-desa.

Teras Aspirasi di Puncak Bukit Mambual pun kerap menjadi ruang sederhana tempat lahirnya berbagai pemikiran dan refleksi. Dari tempat itulah, ia terus meneguhkan komitmen untuk tetap melayani masyarakat dengan kerja nyata.

Bagi Irwanto, pengabdian tidak selalu ditunjukkan dengan banyak kata. Terkadang, kerja dalam diam justru melahirkan manfaat yang lebih besar.

“Diam itu emas, tetapi pelayanan kepada masyarakat harus terus berjalan,” tuturnya.

Semangat itulah yang terus dipegang Irwanto Kulap, tetap rendah hati dalam sikap, namun tidak pernah berhenti memikirkan dan memperjuangkan nasib petani dan nelayan yang menjadi denyut nadi kehidupan daerah. (rin)

Narahubung : Michael Tendean, SP
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS