Nambo, Banggai - Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan jenazah almarhumah Eka Widiastuti Hanapi, S.St.Par, guru SMK Negeri I Luwuk, yang berlangsung khidmat di Kecamatan Nambo, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 10.40 WITA. Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Camat Nambo, Zubhan Ahmad, S.Sos, sebagai inspektur upacara mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Sulteng, Yaser Masulili.
Turut hadir dalam prosesi tersebut pengurus PGRI Kabupaten Banggai, pengawas pendidikan Cabang Dinas Wilayah V Sulteng beserta jajaran, Bhabinkamtibmas Risdianto Silo, Kepala Sekolah SMK Negeri I Luwuk, jajaran guru dan tenaga kependidikan, siswa-siswi, serta pelayat dari SMK Negeri 3 Luwuk dan masyarakat sekitar yang datang memberikan penghormatan terakhir.
Dalam suasana penuh duka, jenazah almarhumah diberangkatkan dengan penghormatan dari para guru dan siswa yang mengenakan seragam, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi almarhumah selama mengabdi di dunia pendidikan.
Almarhumah Eka Widiastuti Hanapi wafat pada usia 41 tahun. Ia diketahui pernah mengabdi di SMK Negeri 3 Luwuk sebelum kemudian bertugas di SMK Negeri I Luwuk. Semasa hidupnya, almarhumah dikenal sebagai sosok pendidik yang berdedikasi, sabar, penyayang, serta dekat dengan para siswa.
Lahir di Koyoan pada 10 Januari 1985, almarhumah merupakan putri dari Sumarto Hanapi dan Husna, serta saudara dari Eko Hanapi, ST. Riwayat pendidikannya dimulai dari SDN 2 Nambo, SMP Negeri 4 Luwuk, SMU Negeri 2 Luwuk, hingga menyelesaikan pendidikan Strata 1 Pariwisata di STP Surakarta.
Pengabdian almarhumah di dunia pendidikan dimulai sejak tahun 2005 hingga 2022 sebagai tenaga honorer, sebelum diangkat sebagai guru PPPK pada tahun 2022 hingga 2026 di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Sulawesi Tengah.
Pihak keluarga menyampaikan bahwa selama beberapa waktu terakhir almarhumah kerap mengeluhkan kondisi kesehatan yang awalnya diduga hanya penyakit asam lambung. Namun saat menjalani perawatan intensif di RSUD Luwuk, diketahui bahwa penyakit yang dideritanya lebih serius, yakni leukimia atau kanker darah, hingga akhirnya almarhumah menghembuskan napas terakhir.
Keluarga juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak atas perhatian, bantuan, dan doa yang diberikan, serta memohon maaf kepada semua pihak, khususnya rekan kerja di lingkungan sekolah, apabila terdapat kekhilafan semasa hidup almarhumah.
Dalam amanatnya, Camat Nambo Zubhan Ahmad menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhumah dan mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan agar amal ibadahnya diterima serta mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Kepergian almarhumah merupakan kehilangan besar bagi dunia pendidikan di Kabupaten Banggai. Semoga pengabdian beliau menjadi amal jariyah,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh yang hadir untuk membuka pintu maaf atas segala kesalahan almarhumah serta menyampaikan jika terdapat urusan atau tanggungan agar dapat dikomunikasikan kepada pihak keluarga.
Upacara pelepasan jenazah ini menjadi momen terakhir bagi keluarga, sahabat, serta para murid untuk mengantar kepergian almarhumah menuju tempat peristirahatan terakhir, yang kemudian ditutup dengan doa bersama diawali pembacaan Surah Al-Fatihah.
Usai prosesi upacara pelepasan, jenazah lalu di sholatkan dan selanjutnya di bawa menuju peristirahatan terakhir di pekuburan keluarga dan di iringi rombongan pengantar jenazah.
Kacabdis Wilayah V Sulteng Yaser Masulili dan Camat Nambo Zubhan Ahmad bersama pengurus PGRI dan Kepala Kepala Sekolah SMA/SMK turut dalam rombongan pengantar jenazah sampai ke pekuburan keluarga di wilayah Kelurahan Nambo Bosaa. (rin)

Social Header