Breaking News

Ombak Pasang Hantam Batu Simpang, Rumah Warga Rusak, Usulan Tanggul Tak Kunjung Terwujud

Balantak Utara, Banggai - Terjangan ombak pasang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menghantam permukiman warga di Desa Batu Simpang, Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai. Sejumlah rumah mengalami kerusakan, sementara warga terpaksa menghadapi genangan air laut dan timbunan pasir yang masuk hingga ke dalam rumah.

Pantauan di lapangan, Rabu (22/4/2026), menunjukkan kondisi memprihatinkan. Air laut menggenangi rumah-rumah warga, sementara perabotan seperti kursi, meja dan perlengkapan rumah tangga lainnya terlihat terapung dan berserakan. Abrasi yang terjadi di wilayah pesisir desa tersebut dilaporkan melanda Dusun I dan Dusun II, dengan dampak paling parah dirasakan oleh warga yang tinggal di garis pantai.

Sejumlah rumah bahkan dilaporkan rusak berat hingga tidak lagi layak dihuni. Warga yang terdampak kini harus berjuang menyelamatkan barang-barang yang tersisa, di tengah ancaman ombak susulan yang sewaktu-waktu bisa kembali menerjang.

Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Batu Simpang mengungkapkan, kondisi ini sejatinya sudah lama dikhawatirkan. Pemerintah desa bersama BPD, kata dia, telah berulang kali mengusulkan pembangunan tanggul penahan abrasi melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun, hingga kini usulan tersebut belum mendapat tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Banggai.

“Kami bersama kepala desa sudah berkali-kali mengajukan proposal pembangunan tanggul, tetapi sampai sekarang belum ada respon dari pemerintah daerah,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon.

Ia menambahkan, kekecewaan pemerintah desa semakin mendalam setelah melihat dampak abrasi yang kini benar-benar merusak permukiman warga dan menyebabkan sebagian masyarakat kehilangan tempat tinggal.

Menurutnya, menjelang Pemilu 2024 lalu, sempat ada tim dari instansi terkait yang turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengukuran sebagai bagian dari rencana pembangunan tanggul. Namun, hingga kini rencana tersebut belum juga direalisasikan.

“Waktu itu sudah ada pengukuran di lokasi, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” tambahnya.

Pemerintah Desa Batu Simpang mengaku mulai merasa jenuh dan kecewa karena usulan yang diajukan selama ini tak kunjung mendapat kejelasan. Sebagai langkah lanjutan, pihak desa berencana mengajukan proposal pembangunan tanggul ke tingkat provinsi pada tahun 2026.

Harapannya, pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian serius terhadap ancaman abrasi yang terus menggerus wilayah pesisir dan mengancam keselamatan serta tempat tinggal warga. (Muhlis Asamin)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS