Luwuk, Banggai, Sulteng – RSUD Luwuk kembali menghadirkan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui Podcast Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Episode ke-3 bertema “Mengatasi Kecemasan dalam Kehidupan” yang berlangsung di ruang podcast RSUD Luwuk, Kelurahan Bungin Timur, Kecamatan Luwuk, Sabtu (9/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, dokter spesialis jiwa dr. Anang Wahyu Januardi, Sp.KJ. menegaskan bahwa kecemasan merupakan kondisi yang umum dialami seseorang dan bukan tanda seseorang mengalami gangguan jiwa berat atau “gila”.
Podcast yang dipandu oleh Slamet Riadi, SKM itu berlangsung interaktif dengan membahas berbagai persoalan kesehatan mental yang sering terjadi di tengah masyarakat, khususnya kecemasan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pengantarnya, Slamet Riadi menyampaikan bahwa kasus gangguan kesehatan jiwa terus mengalami peningkatan, baik secara nasional maupun di tingkat daerah. Bahkan, menurutnya, Kabupaten Banggai berada di urutan kedua di Sulawesi Tengah setelah Kota Palu.
“ODGJ atau Orang Dengan Gangguan Jiwa secara nasional maupun di tingkat provinsi terus mengalami peningkatan. Khusus di Sulawesi Tengah, Kabupaten Banggai berada di urutan kedua setelah Kota Palu,” ungkapnya.
Podcast tersebut merupakan bagian dari program PKRS RSUD Luwuk yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan mental, terutama dalam menghadapi tekanan dan dinamika kehidupan modern.
Dalam pemaparannya, dr. Anang menjelaskan bahwa kecemasan muncul akibat rasa takut terhadap sesuatu yang belum terjadi atau belum diketahui secara pasti. Kondisi tersebut biasanya dipicu oleh pikiran negatif dan rasa khawatir yang berlebihan.
“Kecemasan itu misalnya ketika seseorang sudah merasa takut sebelum menghadapi ujian atau suatu kejadian tertentu. Pikiran negatif dan rasa khawatir berlebihan itulah yang memicu kecemasan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kecemasan yang dibiarkan berlangsung terus-menerus dapat memicu gangguan lain seperti serangan panik, emosi tidak stabil, mudah marah, hingga gangguan kesehatan fisik.
"Tanda-tanda kecemasan berlebihan antara lain tangan berkeringat dingin, badan lemas, jantung berdebar, gangguan tidur, gangguan makan, hingga nyeri ulu hati,” terangnya.
Lebih lanjut, dr. Anang juga menjelaskan perbedaan antara rasa takut dan kecemasan. Menurutnya, rasa takut muncul karena adanya ancaman nyata di depan mata, sedangkan kecemasan berasal dari pikiran dan kekhawatiran terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi.
Untuk mengatasi kecemasan, ia menyarankan masyarakat agar mengenali diri sendiri, tetap tenang, tidak menghindari masalah, serta segera berkonsultasi dengan tenaga profesional apabila kecemasan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Jangan malu datang ke psikiater atau dokter jiwa. Orang yang berkonsultasi bukan berarti orang gila, tetapi mereka yang ingin menjaga kesehatan mentalnya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga pola pikir positif serta segera mencari bantuan apabila mengalami gangguan tidur, rasa takut berlebihan, atau ketidaknyamanan yang berlangsung terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Direktur RSUD Luwuk, dr. Budiyanto Uda’a, Sp.KFR., M.Ked.Klin. berharap melalui podcast tersebut masyarakat semakin memahami pentingnya kesehatan mental dan mampu mengenali gejala kecemasan sejak dini.
“Semoga masyarakat dapat mengetahui langkah-langkah yang tepat dalam mengatasi kecemasan sehingga kesehatan mental tetap terjaga dengan baik,” harapnya. (*)

Social Header