Breaking News

Pongkeari Club Libas Club Tornado 4-0 di Babak Pertama, Pertandingan Berujung Ricuh

Nambo, Banggai – Pertandingan futsal mini soccer di lapangan Mutiara wilayah Kelurahan Nambo Bosaa,Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah dalam ajang Hadiayanto Rasyid Cup 2026 antara Pongkeari Club asal Batui melawan Club Tornado asal Nambo Padang pada Jumat (8/5/2026) berakhir ricuh.

Kericuhan terjadi menjelang berakhirnya babak pertama setelah pertandingan berlangsung sengit di lapangan. Sebelumnya, Pongkeari Club tampil dominan dengan unggul telak 4-0 tanpa balas atas lawannya Club Tornado dari Nambo Padang.

Insiden bermula saat kedua tim saling berebut bola di tengah pertandingan. Ketika itu, bola berada dalam penguasaan pemain Club Tornado Nambo Padang. Dalam situasi tersebut diduga terjadi pelanggaran yang dilakukan salah satu pemain Pongkeari Club.

Situasi kemudian memanas setelah salah satu pemain dari Club Tornado Nambo Padang tersulut emosi. Ketegangan di lapangan pun tak terhindarkan dan berujung keributan antarpemain.

Kericuhan semakin membesar ketika sejumlah massa diduga ikut masuk ke area lapangan dan melakukan pemukulan terhadap dua pemain Pongkeari Club asal Batui.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua korban pemukulan dari Pongkeari Batui, masing-masing berinisial Anca dan Usman. Salah satu korban, yakni Usman, dikabarkan harus menjalani perawatan medis akibat insiden tersebut. Dan pihak management Pongkeari Club memutuskan untuk tidak melanjutkan permainan ke babak kedua.

Video kericuhan pada pertandingan Hadiayanto Rasyid Cup 2026 itu pun beredar luas di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari netizen.

Pasca kejadian, manajemen Pongkeari Club pada Sabtu (9/5/2026) diketahui telah melayangkan sebuah petisi yang berisi empat poin tuntutan terkait insiden kericuhan dan dugaan pengeroyokan yang terjadi di arena pertandingan.

Berikut Press Realess Pernyataan Sikap management Pongkeari Club :

"PRESS RELEASE

PERNYATAAN SIKAP
ATAS INSIDEN KONTAK FISIK TERHADAP DUA PEMAIN PONGKEARI BATUI

Bahwa Pada Jumat malam, 8 Mei 2026, dalam pertandingan Babak Penyisihan Grup C Mini Soccer Open Tournament Hadianto Rasyid Cup 2026 yang mempertemukan Tim Pongkeari Batui melawan Tim Tornado asal Nambo Padang, telah terjadi insiden yang mencederai semangat sportivitas dan keamanan dalam pertandingan olahraga.

Bahwa pada Sekitar pukul 21.00 WITA, saat Tim Pongkeari Batui unggul dengan skor 5–0, sempat terjadi cekcok antar pemain di dalam lapangan. Dalam situasi tersebut, salah satu suporter/penonton masuk ke area pertandingan dan melakukan kontak fisik terhadap dua pemain Pongkeari Batui hingga mengalami cedera.

Bahwa kami menilai bahwa pada saat insiden berlangsung, pihak panitia penyelenggara maupun aparat keamanan tidak memberikan pengamanan  terhadap jalannya pertandingan, khususnya dalam melindungi keselamatan para pemain Pongkeari Batui di lapangan.

Atas kejadian tersebut, kami dari Manajemen Pongkeari Batui menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Mendesak POLRES Banggai untuk segera memeriksa dan menindak pelaku yang melakukan kontak fisik terhadap pemain Pongkeari Batui hingga menyebabkan cedera.

2. Mendesak POLRES Banggai untuk melakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap panitia penyelenggara Hadianto Rasyid Cup 2026 di Nambo terkait sistem pengamanan pertandingan.

3. Mendesak Panitia harua bertangung Jawab terhadap Tim Pongkeari Batui yang dirugikan secara Materil maupun Immateril serta terhadap pemain yang mengalami cedera

4. Mendesak ASKAB PSSI Banggai dan ASKAB PSSI Sulawesi Tengah untuk mengevaluasi serta memeriksa pihak panitia atas terjadinya insiden kontak fisik terhadap pemain Pongkeari Batui. Apabil ditemukan ada SOP yang dilanggar maka harus di Hentikan.

Kami berharap seluruh pihak terkait dapat bertindak cepat, profesional, dan objektif demi menjaga keamanan, sportivitas, serta marwah kompetisi olahraga di Kabupaten Banggai.

Apabila tuntutan ini tidak mendapat perhatian dan tindak lanjut yang serius, maka kami akan mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan, termasuk aksi demonstrasi sebagai bentuk protes dan perjuangan keadilan.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan.

Batui, 9 Mei 2026
Hormat kami,

MANAJEMEN PONGKEARI BATUI"

Sementara itu, pihak Polsek Kintom saat dihubungi belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Namun demikian, upaya konfirmasi terus dilakukan melalui pihak Polres Banggai.

Melalui Kasat Intelkam IPTU Ruhil Newton, pihak Polres Banggai menyampaikan bahwa saat ini aparat kepolisian sedang melakukan upaya mediasi di Polsek Kintom guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, situasi di lokasi pelaksanaan kegiatan aman dan kondusif sementara penanganan kasus masih dalam proses mediasi oleh pihak kepolisian. Dan untuk Club Pongkeari belum di peroleh keterangan resmi apakah akan berhenti mengikuti kompetisi Mini Soccer Hadiyanto Rasid Cub 2026 di Nambo. (red)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS