Breaking News

Camat Nambo Zubhan Ahmad Jadi Pembina Upacara Pelepasan Jenazah H. Rakib Hama

Nambo, Banggai, Sulteng - Dunia pendidikan di Kecamatan Nambo berduka. Tokoh pendidik senior, Almarhum H. Rakib Hama, meninggal dunia pada Ahad (21/6/2026) sekitar pukul 18.00 WITA di RSUD Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Almarhum yang lahir di Desa Koyoan, Kecamatan Nambo 98 Tahun silam atau tepatnya pada 5 November 1937 itu dikenal sebagai sosok guru yang sederhana, disiplin dan memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan.

Prosesi penghormatan dan pelepasan jenazah berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintah, keluarga besar pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta ratusan pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.

Dalam sambutan singkatnya selaku pembina upacara, Camat Nambo Zubhan Ahmad, S.Sos menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhum.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Nambo dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memaafkan segala kekhilafan almarhum semasa hidupnya, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

Upacara penghormatan tersebut dipimpin oleh Amirullah, S.Pd dan pembawa bendera merah putih terdiri dari empat orang guru di antaranya Hamdan Nahul, S.Pd selaku guru aktif di SMK Negeri 3 Luwuk. Pembacaan doa dipimpin oleh Ustaz Abidin, Ketua PGRI Banggai Cabang Nambo, sedangkan pembawa acara dipercayakan kepada Ruslim M. Mahamu, S.Pd., M.Md yang aktif selaku Kepala SD Negeri 2 Lontio.

Riwayat hidup almarhum Rafik Hama dibacakan oleh Wakil Ketua PGRI Cabang Nambo, H. Harun, S.Pd, yang saat ini menjabat sebagai Kepala SMK Negeri 3 Luwuk. 

Dari informasi yang dihimpun media ini, diketahui bahwa Riwayat hidup tersebut ditulis sendiri oleh almarhum semasa hidupnya.

Almarhum H. Rakib Hama lahir di Desa Koyoan, Kecamatan Nambo, pada 5 November 1937 dari pasangan H. Hama dan Tuting Ismail. Ia merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara.

Pendidikan dasar ditempuh di Sekolah Rakyat III Nambo pada masa Jepang mulai tahun 1946 dan tamat pada 1949. 

Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat IV Luwuk pada tahun 1950 hingga tamat pada 1952. Setelah itu, almarhum menempuh pendidikan Sekolah Guru pada tahun 1952 hingga 1956 dan mengikuti Persamaan SPG di Luwuk pada tahun 1981.

Dalam kehidupan keluarga, almarhum menikah dengan Amunia T. Bada pada Sabtu, 28 Januari 1962. Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikaruniai lima orang anak, delapan cucu, dan tujuh cicit.

Karier pengabdian almarhum dimulai setelah menerima Surat Keputusan pengangkatan sebagai guru Sekolah Rakyat Nambo berdasarkan keputusan Gubernur Provinsi Sulawesi yang berkedudukan di Makassar, terhitung mulai 1 Agustus 1956 hingga 31 Desember 1974.

Selanjutnya, terhitung mulai 1 Januari 1975, almarhum ditugaskan di SDN 2 Nambo hingga 28 Februari 1989. Pada 1 Maret 1989, beliau kemudian dipindahkan ke SDN 1 Nambo dan mengabdikan diri hingga 30 November 1997.

Setelah mengabdi selama kurang lebih 42 tahun 3 bulan di dunia pendidikan dasar, almarhum diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dan memasuki masa pensiun terhitung 1 Desember 1997 dengan pangkat terakhir Pembina Golongan IV/A.

Sepanjang kariernya, almarhum mengalami berbagai jenjang kepangkatan hingga mencapai golongan Pembina IV/A. Dedikasi dan pengabdiannya di bidang pendidikan turut membuahkan berbagai prestasi.

Pada tahun 1988, almarhum meraih predikat Guru Teladan Sekolah Dasar Tingkat Kabupaten Banggai. Selain itu, beliau juga aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan organisasi.

Almarhum pernah dipercaya sebagai Ketua Panitia Pemilihan Umum pada tahun 1971, 1977, 1981, 1987, dan 1992. Ia juga menjabat Ketua LKMD periode 1977–1992, Ketua Badan Pengelola Air Bersih dan Sanitasi (BPABS) wilayah Desa Onu, Koyoan, dan Lempek pada periode 1989–2000 serta Ketua PORSENI tingkat SD wilayah Luwuk Selatan pada 1989–1997.

Selain itu, almarhum pernah menjadi pengurus Koperasi Guru (KOKARDIK) se-Kecamatan Luwuk pada tahun 1992–1994, Ketua Pengurus Lansia Koyoan periode 2004–2008, serta Ketua II Panitia Pembangunan Masjid Al-Istiqomah Desa Koyoan pada tahun 2001–2018.
Di bidang olahraga, almarhum tercatat sebagai anggota Mutiara Nambo sejak tahun 1956. Sementara dalam bidang keagamaan, beliau juga telah menunaikan ibadah haji pada tahun 2005.

Turut hadir dalam prosesi penghormatan terakhir tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai yang diwakili Koordinator Pendidikan Kecamatan Nambo, Hj. Sitti Naida Dg. Manrapi, S.Pd, unsur Forkopimcam, Ketua dan pengurus PGRI Cabang Nambo, para kepala UPT se-Kecamatan Nambo, kepala sekolah, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tingkat TK/PAUD, SD, SMP, SMA/sederajat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para pelayat lainnya.

Kepergian H. Rakib Hama meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Kecamatan Nambo. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai guru, tokoh pendidikan dan pengabdi masyarakat yang telah mendedikasikan hidupnya selama lebih dari empat dekade demi kemajuan pendidikan dan pembangunan masyarakat di Kecamatan Nambo.

Dedikasi serta pengabdiannya diharapkan menjadi teladan bagi generasi penerus serta mendapat ridha dan rahmat dari Allah SWT. (rin)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS