Buko Selatan, Banggai Kepulauan - Seorang ibu melahirkan dipikul pakai tandu sejauh 10 km melewati jalan setapak langsung viral sehari setelah diunggah. Atensi Gubernur Sulawesi Tengah pun turun. Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi langsung turun ke lokasi pada 11 Juni 2026 Melakukan Survey dan Pengukuran
Pengunggah pertama video itu, Edi Yunggoli, warga Desa Seano, Kecamatan Buko Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan. Kepada Simbil sapaan akrab bagi Kepala Biro Banggai Kepulauan media mitrapers, Edi menuturkan video tersebut sebenarnya kejadian 1 tahun sebelumnya.
“Waktu itu seorang ibu melahirkan ditolong Secara tradisional Tapi ari-arinya tidak keluar, harus segera ke faskes. Ambulans nggak bisa masuk karena akses cuma jalan setapak dan rintisan. Akhirnya warga gotong pakai tandu kurang lebih 10 km sampai ketemu jalan poros yang bisa diakses mobil,” jelas Edi.
Edi yang menjabat Sekretaris Desa Seano mengaku video itu baru ia dapat belum lama ini dari warga yang kebetulan berpapasan di jalan. Selama ini banyak kejadian serupa tapi tak terdokumentasi karena warga di pelosok Sasake minim akses teknologi.
“Kami apresiasi reaksi cepat Pemprov Sulteng lewat Dinas Bina Marga. Sehari setelah video viral, tanggal 11 Juni langsung turun cek lapangan,” ujar Edi.
Sasake adalah komunitas masyarakat yang terpisah dari desa utama. Penduduknya sekitar 100 jiwa. Jarak ke jalan poros 10 km dengan kondisi jalan setapak dan rintisan yang sebagian besar sudah rusak.
“Atas nama masyarakat dan pemerintah Desa berterima kasih kepada Gubernur Sulawesi Tengah ANWAR HAFID dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido serta jajaran terkait Pemprov Sulawesi Tengah yang sudah mengatensi suara hati kami dari pelosok Banggai Kepulauan. Terima kasih juga ke semua penggiat media yang sudah meneruskan aspirasi kami. Semoga segera ada solusi permanen, jalan yang layak,” tutup Edi.
Kisah pilu ini jadi pengingat: infrastruktur jalan bukan soal kenyamanan, tapi soal nyawa dan nadi ekonomi bagi warga di pelosok.
Laporan : (Kabiro/Simbil)

Social Header