Bandung - Rai Institute kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas di bidang kebugaran melalui pelatihan Advanced Personal Fitness Trainer Batch 19 yang berlangsung pada 13–14 Juni 2026 di Bandung.
Kegiatan ini menghadirkan para pelatih dan praktisi lintas profesi, mulai dari dunia kebugaran, medis olahraga, nutrisi hingga standar pelatihan internasional.
Pelatihan selama dua hari tersebut menjadi wadah peningkatan kompetensi bagi para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satu yang turut mengikuti program ini adalah Al Fajri Asamin, yang akrab disapa Bang Arif asal Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Momen kebersamaan peserta dan para instruktur diabadikan melalui sesi foto bersama usai pelatihan. Dalam foto tersebut tampak hadir sejumlah tokoh dan coach, yakni Henri Adiguna, dr. Bahrum Syahruddin, Halim Jiang, Al Fajri Asamin, Ade Rai, Khusnady bin Mohamad Ismail, Novi Widiyanti, dan Kornel Mahara.
Keberagaman latar belakang para instruktur menjadi nilai tambah dalam pelatihan tersebut. Kehadiran dr. Bahrum Syahruddin memberikan pendalaman mengenai aspek medis olahraga, sementara Chef Henri Adiguna berbagi pengalaman strategis terkait meal preparation atau pengaturan pola makan bagi atlet maupun klien kebugaran. Adapun pelatih asal Singapura, Khusnady bin Mohamad Ismail, menghadirkan perspektif standar pelatihan bertaraf internasional.
Pendekatan multidisiplin ini dinilai penting untuk menjawab perkembangan industri kebugaran modern yang tidak hanya menitikberatkan pada latihan fisik, tetapi juga aspek kesehatan, nutrisi, dan pengembangan karakter seorang pelatih.
Dalam kesempatan tersebut, binaragawan legendaris Indonesia, Ade Rai, menegaskan bahwa proses pembelajaran seorang trainer tidak berhenti setelah memperoleh sertifikat.
“Kita tidak cuma kasih sertifikat lalu lepas, yang penting follow up-nya. Ilmu terus di-upgrade, mental juga harus dibina, semangat ya!” ungkap Ade Rai.
Pernyataan tersebut mencerminkan filosofi pembinaan berkelanjutan yang menjadi ciri khas Rai Institute, yakni membangun profesional kebugaran yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan semangat belajar sepanjang hayat.
Usai sesi foto bersama, suasana hangat juga terlihat ketika Ade Rai memberikan apresiasi secara personal kepada salah satu peserta, Al Fajri Asamin. Keduanya tampak berjabat tangan dan berdiskusi santai mengenai pengembangan karier di dunia kebugaran. Dalam momen itu, Ade Rai menyerahkan modul pembelajaran Rai Institute sebagai bentuk dukungan terhadap perjalanan profesional Al Fajri sebagai seorang trainer.
Pelatihan Advanced Personal Fitness Trainer Batch 19 ini sekaligus menunjukkan bahwa industri kebugaran Indonesia terus bergerak menuju standar yang lebih profesional dan ilmiah. Melalui kolaborasi lintas profesi dan pembinaan berkelanjutan, Rai Institute berupaya melahirkan trainer yang mampu memberikan layanan berbasis pengetahuan, etika profesi, serta kesehatan masyarakat.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, kehadiran trainer yang kompeten dan tersertifikasi menjadi bagian penting dalam membangun budaya hidup sehat di Indonesia. (Muhlis Asamin)

Social Header