Breaking News

Pemprov Sulteng Gelontorkan 34,6 Miliar untuk Rekonstruksi Jalan Trans Sulawesi Ruas Pangkalaseang–Balantak–Sobol

Banggai, Sulteng - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai merealisasikan pembangunan infrastruktur strategis di Kabupaten Banggai melalui proyek rekonstruksi Jalan Trans Sulawesi ruas Pangkalaseang–Balantak–Sobol.

Proyek yang dibiayai melalui APBD Provinsi Sulawesi Tengah itu diharapkan mampu meningkatkan konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir timur Banggai.

Berdasarkan informasi pada papan proyek, pekerjaan tersebut merupakan paket Rekonstruksi Jalan Ruas Pangkalaseang–Balantak–Sobol (Multi Years Contract/MYC) dengan nilai kontrak sebesar Rp 34.647.492.000.

Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Ariescont Perdana berdasarkan kontrak Nomor 622/591/SP-Dis.BMPR di bawah pengawasan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah.

Proyek mulai dikerjakan pada 25 Mei 2026 dengan masa pelaksanaan selama 600 hari kalender. Pendanaannya bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2026 hingga 2028, sehingga penyelesaiannya ditargetkan rampung pada tahun 2028.

Ruas Pangkalaseang–Balantak–Sobol merupakan bagian dari Jalan Trans Sulawesi yang menjadi jalur utama penghubung antarkecamatan di wilayah pesisir timur Kabupaten Banggai. Selama ini, kondisi jalan khususnya di titik Desa Batumandi–Ondoliang, Kecamatan Balantak Utara, kerap dikeluhkan masyarakat karena sempit, rawan longsor, dan mengalami kerusakan cukup parah saat musim hujan.

Kehadiran proyek rekonstruksi tersebut disambut positif oleh masyarakat. Perbaikan jalan diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian dan perikanan, meningkatkan mobilitas warga, serta mempercepat akses menuju pusat kecamatan maupun ibu kota kabupaten dengan tingkat keselamatan yang lebih baik.

Penjabat Camat Balantak Utara, Joni Nursin, mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang merealisasikan pembangunan jalan tersebut.

"Ini merupakan kabar baik bagi masyarakat Balantak Utara. Jalan ini sangat vital bagi aktivitas masyarakat. Kami berharap pelaksana proyek dapat menjaga kualitas pekerjaan serta memprioritaskan penggunaan tenaga kerja lokal," ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar bersabar selama proses pembangunan berlangsung. Pasalnya, selama pekerjaan berlangsung akan diterapkan sistem buka-tutup arus lalu lintas di sejumlah titik demi kelancaran pekerjaan dan keselamatan pengguna jalan.

Menurutnya, apabila proyek berjalan sesuai target dan selesai pada 2028, ruas Batumandi–Ondoliang akan memiliki kondisi jalan yang lebih lebar, lebih kokoh, dan memenuhi standar konstruksi yang baik.

"Dengan infrastruktur yang semakin baik, kami optimistis aktivitas ekonomi masyarakat pesisir timur Banggai akan semakin berkembang serta mendukung konektivitas wilayah di Sulawesi Tengah secara keseluruhan," pungkasnya. (Muhlis Asamin)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS