Banggai, Banggai Laut - Seorang warga Kabupaten Banggai Laut, sebut saja Jamil, mengaku mengalami dugaan kekerasan di ruang Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Polsek Banggai dua belas hari yang lalu, tepatnya Selasa (15/9/2026). Ia menyebut tiga orang yang dikenalnya datang ke ruangan tersebut dan menurut pengakuannya terjadi pemukulan terhadap dirinya.
Kepada wartawan, Sabtu (26/9/2026), Jamil menuturkan, peristiwa tersebut terjadi setelah dirinya menjalani pemeriksaan terkait insiden yang sebelumnya berlangsung di sebuah warung coto di wilayah Kelurahan Tanobonungan, Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah.
Menurut Jamil, persoalan bermula ketika dirinya mengendarai sepeda motor dan berpapasan dengan iring-iringan kendaraan rombongan Bupati Banggai Laut. Ia mengaku tidak mengetahui adanya rombongan tersebut sehingga posisi kendaraannya dianggap mengganggu perjalanan.
Jamil menyebut seorang pria berinisial R kemudian mendatanginya dan terjadi adu mulut. Ia mengaku R sempat memegang bagian lehernya, sebelum dirinya terpancing emosi dan memukul R.
Jamil kemudian kembali ke tempat kerja. Namun, karena hendak membayar utang makanan di warung coto, ia kembali ke lokasi dan mendapati rombongan tersebut masih berada di sana. Menurut pengakuannya, kembali terjadi cekcok hingga dirinya didatangi sejumlah orang dan terjadi keributan.
Jamil mengaku berusaha menghindar karena merasa kalah jumlah dan kemudian masuk ke sebuah bengkel. Ia selanjutnya dibawa petugas keamanan ke Mako Polsek Banggai untuk menjalani pemeriksaan.
Dugaan Kekerasan di Ruang BAP
Setelah menjalani pemeriksaan, Jamil mengaku penyidik telah meninggalkan ruang BAP. Tidak lama kemudian, tiga orang yang dikenalnya masuk ke ruangan tersebut.
Jamil menyebut ketiganya berinisial AN, yang disebutnya sebagai ASN, P, yang menurut pengakuannya merupakan ajudan Bupati Banggai Laut, serta AD, yang disebutnya juga sebagai ASN.
Menurut Jamil, salah seorang dari ketiga orang tersebut berkata, “Kamu bajingan ya !?” sebelum kemudian terjadi dugaan pemukulan.
Jamil mengaku mendapat pukulan di bagian wajah dan perut. Ia menyebut akibat kejadian tersebut dirinya mengalami kesakitan, sempat tidak sadarkan diri, dan bahkan meminta izin untuk buang air kecil karena tidak mampu menahan kencing.
Situasi tersebut, menurut Jamil, kemudian diketahui seorang anggota Polsek Banggai yang ia kenal dengan sapaan Pak Inco. Anggota tersebut disebut masuk ke ruangan dan menegur ketiga orang yang berada di sana.
“Sudah-sudah, ini di kantor polisi!” ujar Jamil menirukan teguran tersebut.
Jamil kemudian mengaku sempat ditempatkan di sel selama kurang lebih dua jam. Karena merasa membutuhkan penanganan medis, ia menyampaikan kondisinya kepada pihak kepolisian dan kemudian dibawa ke rumah sakit.
Minta Kepastian Hukum
Jamil menyayangkan hingga saat ini dirinya belum mendapatkan kepastian mengenai tindak lanjut hukum atas dugaan kekerasan yang menurut pengakuannya dialaminya.
Ia menilai persoalan tersebut perlu ditangani secara serius karena dugaan kejadian itu, menurut keterangannya, berlangsung di lingkungan Polsek Banggai yang merupakan institusi penegak hukum.
“Saya menyayangkan sampai sekarang belum ada kepastian hukum. Apalagi kejadian yang saya alami itu menurut saya terjadi di lingkungan kantor polisi,” ujar Jamil.
Jamil juga mengatakan, dari tiga orang yang menurut pengakuannya terlibat dalam dugaan kekerasan tersebut, baru orang tua dari salah satu pihak yang datang membesuk dirinya.
Meski demikian, Jamil mengatakan dirinya menyerahkan proses tersebut kepada pihak yang berwenang dan meminta agar seluruh rangkaian kejadian diperiksa secara objektif sesuai fakta dan ketentuan hukum yang berlaku.
“Saya meminta agar diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
Sementara itu, dikutip dari pemberitaan media Banggai Post, Kapolsek Banggai AKP. Joli R. Lengkong mengatakan bahwa perkara tersebut telah ditangani oleh pihak Satreskrim.
“Sudah pak Kasat Reskrim yang tangani,” ujar AKP Joli R. Lengkong.
Hingga berita ini diterbitkan belum diperoleh keterangan resmi dari pihak-pihak terkait baik dari pihak Pemda Balut maupun pihak lainnya. (red/tim)

Social Header