Breaking News

"Kalau Mau Ikut Terbang, Ikut Berani !" Sinyal Politik atau Hanya Sekadar Ungkapan ?

Banggai, Sulteng - Satu kalimat yang disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dalam perjalanan kunjungan kerjanya di Kabupaten Banggai memunculkan perhatian publik. “Kalau mau terbang, ikut berani!” menjadi ungkapan yang kemudian dikaitkan dengan dinamika politik menuju periode mendatang.

Kalimat tersebut terdengar dalam rekaman audio yang dibagikan melalui akun media sosial Anwar Hafid, Selasa (29/9/2026). Ungkapan itu disampaikan saat Gubernur Sulteng berada di Kabupaten Banggai dalam rangkaian agenda kunjungan kerja, termasuk menghadiri Maulid Akbar di Toili, bertemu petani, serta membuka Kemah Prestasi IV Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banggai di Kecamatan Moilong.

Anwar Hafid dalam rekaman tersebut menceritakan padatnya agenda yang dijalani di Palu. Video tersebut disertai caption yang menceritakan perjalan dinas yang begitu padat.

Berikut kutipan captionnya :

“Kemarin menjadi salah satu hari yang cukup padat.

Pagi hari saya membersamai Menteri UMKM, Bapak Maman Abdurrahman dalam sejumlah agenda di Palu. Dilanjutkan dengan deklarasi perkarantinaan bersama Menteri UMKM dan Kepala Badan Karantina Indonesia, Bapak Mas Karding.

Setelah itu, kami mengikuti rapat untuk mempercepat pelaksanaan Program Tiga Juta Rumah yang merupakan program Presiden Prabowo Subianto. Urusan rumah layak bagi masyarakat harus terus kita kawal agar pelaksanaannya benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Belum selesai sampai di situ.
Saya kemudian bertolak ke Kabupaten Banggai untuk melanjutkan kunjungan kerja dan bertemu langsung dengan masyarakat.”

Di tengah uraian mengenai padatnya perjalanan tersebut, perhatian justru tertuju pada satu kalimat pendek di penghujung narasi audio rekaman yang berbunyi : “Kalau mau ikut terbang, ikut berani !”

Ungkapan itu kemudian memunculkan beragam tafsir di tengah masyarakat, terutama karena Anwar Hafid merupakan salah satu figur politik utama di Sulawesi Tengah.

Pertanyaannya adalah apakah kalimat tersebut sekadar ungkapan motivasi dalam konteks perjalanan dan aktivitasnya atau memiliki makna lain yang berkaitan dengan dinamika politik daerah ke depan ?

Spekulasi tersebut semakin menarik karena Gubernur Anwar Hafid dalam kunjungan ke Banggai juga tampil bersama Bupati Banggai Amirudin dalam sejumlah agenda publik. Keduanya menghadiri beberapa kegiatan di wilayah dataran Toili dan selanjutnya berada dalam satu agenda pembukaan Kemah Prestasi IV di Kecamatan Moilong.

Namun demikian, sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari Anwar Hafid yang menyatakan bahwa ungkapan tersebut merupakan kode politik, apalagi penanda mengenai pasangan atau arah pencalonan tertentu pada pemilihan kepala daerah mendatang.

Karena itu, makna kalimat “Kalau mau ikut terbang, ikut berani !” masih terbuka untuk ditafsirkan.

Apakah benar sebuah pesan politik yang sengaja disampaikan secara tersirat atau hanya ungkapan spontan untuk menggambarkan keberanian dalam menghadapi perjalanan dan tantangan ?
Kita tunggu tanggapan kedua politisi nomor 1 Sulteng dan Banggai tersebut. (rin)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS