Breaking News

Tak Hanya Omon-Omon, Anwar Hafid Realisasikan Jembatan Gantung Masungkang, Banggai

Banggai, Sulteng - Aspirasi masyarakat terkait kondisi penyeberangan Sungai Masungkang, Kabupaten Banggai, yang sebelumnya viral setelah sejumlah murid terlihat menyeberangi sungai, kini mulai diwujudkan melalui pembangunan jembatan gantung.

Pembangunan jembatan tersebut disebut menggunakan dana pribadi Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, bukan bersumber dari anggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Informasi tersebut disampaikan Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Banggai, Susan Suling, serta penanggung jawab pelaksanaan di lapangan, Tri Hartono Sibay, Minggu (13/9/2026).

Menurut Susan, perhatian terhadap kondisi Sungai Masungkang bermula setelah video sejumlah murid yang harus menyeberangi sungai beredar dan menjadi perhatian publik pada Juli 2026.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Susan Suling bersama Ibu Marma turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi penyeberangan serta aktivitas masyarakat dan para murid yang menggunakan akses tersebut. Dalam kunjungan itu, keduanya didampingi Ketua BPD Desa Masungkang I Ketut Jana dan Ketua BPD Kayoa, Riswan A. Hutu.

Hasil peninjauan kemudian disampaikan kepada Anwar Hafid. Susan mengatakan, aspirasi tersebut mendapat respons dan kini ditindaklanjuti melalui pembangunan jembatan gantung.

“Sekarang pembangunannya sudah berjalan,” kata Susan, Minggu (13/9/2026).

Susan menegaskan, pembangunan jembatan tersebut tidak menggunakan APBD Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Menurut dia, pembangunan dilakukan menggunakan dana pribadi Anwar Hafid sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di kawasan tersebut.

Keterangan mengenai pelaksanaan pembangunan juga disampaikan Tri Hartono Sibay selaku penanggung jawab di lapangan saat dikonfirmasi media ini, Minggu (13/9/2026).

Tri menjelaskan, pembangunan mulai dikerjakan sejak 8 Agustus 2026 dan hingga Minggu (13/9/2026) masih berlangsung. Ia memperkirakan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar enam hari ke depan.

“Mulai dikerjakan tanggal 8 Agustus sampai sekarang masih pengerjaan. Insyaallah enam hari lagi selesai,” kata Tri.

Menurut Tri, pembangunan tersebut tidak memiliki nama proyek secara khusus. Hal itu karena pembangunan jembatan merupakan sumbangan pribadi dari Anwar Hafid.

“Tidak ada nama proyek, karena ini sumbangan pribadi Pak Anwar Hafid,” ujarnya.

Terkait nilai anggaran yang digunakan, Tri mengatakan dirinya tidak mengetahui nominal dana yang dikeluarkan untuk pembangunan tersebut.

“Kami tidak tahu. Hanya donatur yang tahu,” katanya.

Tri juga menjelaskan, pihak yang bekerja di lokasi bukan pekerja proyek dalam pengertian tenaga kerja konstruksi yang direkrut perusahaan, melainkan relawan dari Vertical Rescue Indonesia yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan.

“Bukan pekerja, tapi lebih tepatnya relawan Vertical Rescue Indonesia,” ujar Tri.

Ia juga menyebut dirinya bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan di lapangan.

“Penanggung jawab, saya sendiri,” kata Tri.
Sebelumnya, kondisi penyeberangan Sungai Masungkang menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan sejumlah murid menyeberangi sungai beredar di media sosial.

Kondisi itu menggambarkan kebutuhan masyarakat terhadap akses penyeberangan yang lebih aman dan layak, terutama bagi anak-anak yang menggunakan jalur tersebut dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Bagi Susan, persoalan tersebut tidak semestinya berhenti sebagai tontonan di media sosial maupun sebatas pembicaraan.

Karena itu, ia memilih turun langsung melihat kondisi di lapangan dan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Anwar Hafid.

Menurut Susan, pembangunan yang kini telah berjalan menjadi bentuk tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan dari lapangan.

“Yang penting sekarang pembangunannya sudah berjalan. Mudah-mudahan segera selesai dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Susan saat ini diketahui aktif sebagai Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Banggai. Ia mengatakan, meski Partai Demokrat tidak memiliki kursi di DPRD Kabupaten Banggai, kondisi tersebut bukan alasan bagi kader partai untuk berhenti hadir di tengah masyarakat.

Menurutnya, penyampaian aspirasi masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai jalur, termasuk turun langsung ke lapangan, menyerap persoalan warga, kemudian menyampaikannya kepada pihak yang dinilai memiliki kewenangan maupun kepedulian terhadap persoalan tersebut.

Dalam konteks Sungai Masungkang, Susan mengatakan dirinya bersama Partai Demokrat Banggai berupaya menyampaikan kondisi masyarakat kepada Anwar Hafid.

Di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, Anwar Hafid diketahui menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Tengah sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah.

Namun, Susan kembali menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Masungkang dalam kasus ini tidak menggunakan anggaran Pemprov Sulteng, melainkan dana pribadi Anwar Hafid.
Ia berharap pembangunan tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan segera dimanfaatkan masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat hanya diberikan janji. Yang kita lihat sekarang pembangunan sudah berjalan. Mudah-mudahan cepat selesai dan bisa digunakan masyarakat, terutama anak-anak yang selama ini harus menyeberangi sungai,” ujarnya.

Dengan dimulainya pembangunan, persoalan penyeberangan Sungai Masungkang yang sebelumnya menjadi perhatian publik kini memasuki tahap pengerjaan di lapangan.

Bagi masyarakat setempat, keberadaan jembatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi atas persoalan akses, tetapi juga memberikan jalur penyeberangan yang lebih aman dan layak, khususnya bagi anak-anak yang selama ini menggunakan jalur tersebut. (rin)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS