Breaking News

Bakti TNI AD 2026 di Sulteng Sasar 27 Jembatan dan 152 Rumah Tidak Layak Huni

Banggai, Sulteng - Program Bakti TNI AD untuk Rakyat di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Tahun 2026 menyasar pembangunan 27 jembatan dan rehabilitasi 152 rumah tidak layak huni (RTLH), serta berbagai program infrastruktur dan bantuan sosial bagi masyarakat.

Program tersebut secara resmi dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, di Tribun Mirqan, Bukit Halimun, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini berlangsung selama 60 hari dengan melibatkan 900 personel TNI AD.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Anwar Hafid menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan Bakti TNI AD untuk Rakyat di wilayah Sulawesi Tengah.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki arti penting bagi pembangunan daerah karena pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan infrastruktur, tetapi juga mencakup kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Ia berharap, melalui keterlibatan ratusan personel TNI AD dan pelaksanaan berbagai program tersebut, pembangunan di sejumlah sektor di Sulawesi Tengah dapat semakin berkembang serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan Bakti TNI AD Tahun 2026 terbagi menjadi dua sasaran utama, yakni kegiatan fisik dan nonfisik. Kedua program tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, meningkatkan akses terhadap fasilitas dasar, serta memperkuat pelayanan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Pada sasaran fisik, program ini mencakup pembangunan jembatan di 27 titik dan sumur bor di 45 titik. Selain itu, terdapat pembangunan sekolah di dua titik, rumah ibadah di 12 titik, serta pipanisasi di dua titik.

Pekerjaan infrastruktur lainnya meliputi pembangunan atau rehabilitasi jaringan irigasi di 12 titik, rehabilitasi rumah tidak layak huni sebanyak 152 unit, serta pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) sebanyak 11 unit.

Berbagai program tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam hal akses transportasi, ketersediaan air bersih, fasilitas pendidikan, sarana ibadah, sanitasi, dan hunian yang layak.

Sementara itu, sasaran nonfisik difokuskan pada pelayanan kesehatan, bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Di bidang kesehatan dan kemanusiaan, kegiatan yang direncanakan meliputi donor darah sebanyak 400 kantong, operasi katarak bagi 30 orang serta khitanan massal untuk 120 orang.

Bantuan bagi penyandang disabilitas dan masyarakat yang membutuhkan juga mencakup 11 buah kaki palsu, 23 unit kursi roda, dua unit alat bantu dengar, 200 buah kacamata baca serta 12 buah tongkat bantu.

Pada sektor lingkungan dan pemberdayaan ekonomi, program ini meliputi bakti lingkungan di 50 titik, bantuan sembako bagi penyandang disabilitas sebanyak 180 paket, bantuan rumput laut sebanyak tiga paket serta bantuan 16 unit perahu.

Selain itu, kegiatan nonfisik turut mencakup penanaman sebanyak 1.427 bibit pohon, bantuan hewan ternak sebanyak tiga paket serta pelaksanaan pasar murah di satu titik.

Upacara pembukaan tersebut turut dihadiri Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi Hidayanto, Wakil Bupati Banggai Drs. Furqanuddin Masulili, Kapolresta Banggai Kombes Pol. Henry Yulianto, Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfy Kambei serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai.

Melalui kegiatan Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun 2026, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mendorong pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Tengah. (red)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS