Breaking News

Mata Belum Pulih, Jalani Operasi Kedelapan, Pina Asal Bangkep Butuh Uluran Tangan

Sulteng - Perjuangan Pina N Tipuon, perempuan asal Desa Tomboniki, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, untuk memulihkan kondisi matanya kini memasuki tahap akhir. Setelah menjalani operasi kedelapan pada 13 Oktober 2026, Pina masih membutuhkan bantuan untuk membeli protesa atau mata palsu yang akan dipasang di RS Mata JEC Orbita Makassar, Sulawesi Selatan. Di tengah panjangnya proses pengobatan di Surabaya dan Makassar, ia berharap uluran tangan pemerintah dan masyarakat agar tahapan terakhir pengobatannya dapat segera terlaksana.

Pina mengungkapkan, operasi yang dijalaninya pada 13 Oktober 2026 merupakan operasi kedelapan sekaligus operasi terakhir dalam rangkaian tindakan medis yang harus dilaluinya. Dalam operasi tersebut, tim medis melakukan pelebaran rongga soket mata dan kelopak mata, serta mengambil lemak dari bagian perut dan jaringan dari bibir untuk dipindahkan ke area mata.

Saat ini, ia tinggal menunggu tahap pemasangan protesa mata yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Namun, harapan untuk menuntaskan pengobatan tersebut masih terkendala kebutuhan biaya pembelian mata palsu.

“Untuk saat ini, tinggal tahap terakhir, yaitu pemasangan protesa mata yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Saya masih membutuhkan bantuan untuk pembelian mata palsu tersebut di RS Mata JEC Orbita Makassar,” ungkap Pina melalui pesan yang disampaikan pada Sabtu (24/10/2026).

Sudah Menyiapkan Dana, tetapi Kebutuhan Pengobatan Bertambah

Pina menjelaskan, dirinya bersama keluarga sebenarnya telah menyiapkan dana untuk menjalani pengobatan. Namun, dana yang dipersiapkan sebelumnya hanya diperuntukkan bagi satu kali operasi.

Ia mengaku semula mengira pemasangan mata palsu juga ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Setelah menjalani rangkaian tindakan medis, ia baru mengetahui bahwa pengobatannya membutuhkan dua kali operasi dan biaya protesa mata yang diperlukan tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan biaya yang harus dipenuhi menjadi lebih besar dari perkiraan awal. Padahal, setelah menjalani delapan kali operasi, Pina kini hanya menunggu tahap pemasangan mata palsu agar rangkaian pengobatannya dapat diselesaikan.

Pernah Mendapat Bantuan, Berharap Kepedulian dari Pemerintah

Upaya memperoleh bantuan sebenarnya telah dilakukan Pina dan keluarganya. Ia menyebut, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan sebelumnya di tahun 2025 telah memberikan perhatian melalui bantuan langsung Rp 5 juta setelah proposal bantuan diajukan. Menurut Pina, Bupati Banggai Kepulauan saat itu mengarahkan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk ikut berdonasi.

Dari upaya tersebut, Pina mengaku berhasil memperoleh bantuan lebih dari Rp 2 juta. Namun, dana itu telah digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani operasi ketujuh di Surabaya pada Agustus 2026.

Pada awal September 2026, Pina kembali mengajukan proposal bantuan kepada Gubernur Sulawesi Tengah melalui program yang disampaikan dalam kegiatan Subuh di masjid.

Menurut penuturannya, gubernur sempat menyatakan persetujuan. Namun, setelah berkomunikasi dengan ajudan gubernur, ia mendapat penjelasan bahwa pengajuan tersebut tidak dapat diproses melalui program Berani Sehat karena rincian kebutuhan yang diajukannya bukan biaya medis, melainkan kebutuhan penunjang selama menjalani pengobatan, seperti biaya makan dan kebutuhan sehari-hari.

Pina memahami bahwa program tersebut memiliki ketentuan pembiayaan tersendiri, sementara biaya medisnya selama ini menggunakan BPJS Kesehatan.

Ia juga menceritakan bahwa setelah itu, seorang rekan yang tidak disebutkan namanya kembali menghadap gubernur untuk menyampaikan permohonan bantuan. Menurut Pina, saat itu disampaikan bahwa biaya tersebut akan dibantu menggunakan dana pribadi, tetapi ia diminta menunggu hingga waktu gajian.

Namun, hingga 24 Oktober 2026, Pina mengaku belum menerima kabar lanjutan mengenai bantuan yang dijanjikan tersebut.

Situasi ini membuat Pina kembali berharap adanya perhatian dari pemerintah maupun pihak lain yang memiliki kepedulian agar kebutuhan pembelian protesa mata dapat terpenuhi.

Berharap Pengobatan Segera Tuntas

Sebagai anak tunggal dari pasangan suami istri asal Banggai Kepulauan, Pina berharap perjuangannya mendapatkan kesembuhan dapat segera berakhir. Perjalanan pengobatan yang berulang kali dijalani di Surabaya dan Makassar telah menguras tenaga, pikiran, serta kemampuan finansial keluarga.

Kini, setelah melewati rangkaian operasi yang panjang, ia tidak ingin tahapan terakhir pengobatannya terhambat hanya karena keterbatasan biaya untuk membeli mata palsu. Ia mengaku masih membutuhkan dana sekitar Rp 8-10 juta, dan saat ini terkendala kondisi ekonomi keluarganya.

Pina berharap pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat yang tergerak dapat memberikan bantuan nyata. Baginya, dukungan tersebut sangat berarti agar pemasangan protesa mata yang telah dijadwalkan dapat terlaksana sesuai rencana.

Salurkan Bantuan untuk Pina

Bagi masyarakat yang ingin membantu meringankan beban Pina, bantuan dapat disalurkan melalui rekening Bank BRI berikut :

- Nama pemilik rekening : Pina N Tipuon
- Bank : BRI
- Nomor rekening : 516401033157536

Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pembelian protesa mata di RS Mata JEC Orbita Makassar, sehingga Pina dapat melanjutkan tahapan terakhir pengobatannya.

Kisah Pina menjadi pengingat bahwa perjuangan pasien tidak selalu selesai setelah operasi dilakukan. Bagi mereka yang harus menjalani perawatan jauh dari kampung halaman, kebutuhan selama pengobatan dan biaya yang tidak terduga dapat menjadi beban tersendiri.

Kini, harapan Pina tertuju pada kepedulian sesama agar perjuangan panjangnya menjalani delapan kali operasi tidak terhenti sebelum tahap akhir tercapai. Ia berharap uluran tangan dari pemerintah dan masyarakat dapat membantunya menuntaskan pengobatan serta melanjutkan kehidupan dengan lebih baik. (red)
© Copyright 2022 - MITRAPERS ONENEWS