Banggai, Sulteng - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Sulawesi Tengah, Dr. I Wayan Supadiyasa, S.Sos., S.H., M.Si., membidik penguatan struktur organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan sebagai langkah strategis menghadapi Pemilu 2029.
Hal itu disampaikannya dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 PKN yang jatuh pada 28 Oktober 2026. Menurutnya, lima tahun perjalanan partai harus menjadi pijakan untuk memperkuat konsolidasi, mengevaluasi organisasi, serta meningkatkan soliditas kader di seluruh tingkatan.
“Dirgahayu PKN ke-5. Momentum ini untuk memperkuat struktur kepengurusan di semua tingkatan agar PKN bisa bersinergi dalam Pemilu 2029,” ujar I Wayan Supadiyasa.
Ia menilai, sebagai partai politik yang relatif baru, PKN perlu terus membenahi organisasi agar mampu menunjukkan eksistensi dan kesiapan menghadapi kontestasi politik mendatang. Penguatan tersebut mencakup kepengurusan tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga ranting di desa dan kelurahan.
Dalam rangkaian peringatan HUT ke-5, Supadiyasa juga menyempatkan diri mengunjungi Sekretariat PKN Banggai untuk merayakan hari jadi partai bersama pengurus Pimpinan Cabang (Pimcab) dan para kader.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan moril bagi perkembangan PKN di Kabupaten Banggai. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan kekeluargaan, sekaligus membahas strategi penguatan partai dalam menghadapi agenda politik ke depan.
“Semboyan kita Mitreka Satata, bersatu dalam persahabatan. Ini bukan hanya slogan, tetapi harus menjadi roh perjuangan. Kehadiran saya di Banggai ini bukti bahwa kita solid,” tegasnya di Sekretariat PKN Banggai.
Supadiyasa menambahkan, DPW PKN Sulawesi Tengah menargetkan pembentukan kepengurusan yang menyeluruh dan aktif di 13 kabupaten/kota di wilayah tersebut. Selain pembenahan struktur, partainya juga berfokus pada perekrutan kader muda, perempuan, dan tokoh masyarakat.
“Kami fokus pada rekrutmen kader muda, perempuan, dan tokoh masyarakat. PKN adalah partai yang terbuka untuk semua kalangan. Banggai menjadi contoh semangat itu,” jelasnya.
Dalam poster resmi peringatan HUT ke-5 PKN, Supadiyasa turut menyampaikan pesan kebangsaan melalui visual berlatar candi Nusantara, bendera, dan pita merah putih yang merepresentasikan semangat persatuan serta kebinekaan.
Ia juga menjelaskan filosofi bendera kebesaran PKN, Sang Saka Getih-Getah Samudera, yang terdiri atas lima garis merah dan empat garis putih horizontal. Bendera tersebut, menurutnya, mengandung makna keberanian, kesucian, dan persatuan Nusantara yang dikaitkan dengan warisan kejayaan Majapahit.
“Bersama PKN kita bangkit untuk Nusantara yang lebih kuat, adil, dan sejahtera,” demikian pesan yang tertulis dalam poster tersebut.
Supadiyasa berharap, peringatan HUT ke-5 PKN tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kerja organisasi, memperluas basis kader, dan memantapkan kesiapan partai menghadapi Pemilu 2029.
Dengan konsolidasi berkelanjutan dan struktur kepengurusan yang semakin solid, PKN Sulawesi Tengah menargetkan dapat memperkuat perannya dalam dinamika politik di tingkat daerah maupun nasional. (Muhlis Asamin)

Social Header