Nambo, Banggai - Camat Nambo, Zubhan Ahmad, S.Sos., mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menjaga kesehatan di tengah situasi kabut asap.
Imbauan tersebut disampaikan dalam kegiatan Safari Jumat yang digelar di Masjid Desa Koyoan, Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai, Jumat (16/10/2026), sekaligus menyosialisasikan edaran Bupati Banggai tentang upaya menjaga kesehatan di tengah kondisi tersebut.
Kegiatan Safari Jumat ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan penting mengenai pencegahan kebakaran hutan, lahan dan sampah yang berpotensi memperburuk kualitas udara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nambo, Kasi PIP Kantor Camat, Pemerintah Desa Koyoan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tokoh Agama serta masyarakat.
Dalam penyampaian imbauan tersebut, masyarakat diingatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan. Selain berpotensi memicu kebakaran yang meluas, asap dari pembakaran juga dapat mengganggu kualitas udara dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Pencegahan karhutla memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Warga diharapkan berperan aktif menjaga lingkungan, menghindari aktivitas pembakaran yang berisiko, serta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau petugas berwenang apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran.
Sementara itu, senada dengan Camat Nambo, Kapolsek Kintom-Nambo turut menyampaikan himbauan terkait Kamtibmas, pencegahan Karhutla, mengatasi sampah serta upaya bersama dalam pencegahan peredaran obat-obat terlarang (narkoba-red).
Sosialisasi Edaran Bupati tentang Kesehatan
Selain mengedepankan pencegahan karhutla, kegiatan Safari Jumat juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan edaran Bupati Banggai mengenai imbauan menjaga kesehatan di tengah situasi kabut asap.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta meningkatkan perhatian terhadap kesehatan anggota keluarga, khususnya anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat yang rentan mengalami gangguan pernapasan.
Kabut asap perlu diwaspadai karena paparan asap dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Apabila mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan yang memburuk, masyarakat dianjurkan segera mencari pertolongan medis.
Upaya menjaga kesehatan tersebut perlu berjalan beriringan dengan pencegahan kebakaran. Sebab, mencegah sumber asap sejak dini merupakan salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko pencemaran udara dan melindungi masyarakat dari dampak buruknya.
Melalui Safari Jumat di Desa Koyoan, Pemerintah Kecamatan Nambo berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan dan menerapkan imbauan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
Sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, unsur Forkopimcam, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk mencegah terjadinya karhutla serta meminimalkan dampak kabut asap.
Kesadaran untuk tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan segera melaporkan potensi kebakaran merupakan langkah nyata yang dapat dimulai dari lingkungan masing-masing.
Dengan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak, Kecamatan Nambo diharapkan mampu memperkuat upaya perlindungan lingkungan sekaligus menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat.
"Menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran adalah tanggung jawab bersama. Pencegahan sejak dini menjadi kunci untuk mengurangi risiko karhutla dan melindungi masyarakat dari dampak kabut asap", tutur Camat.
Acara tersebut ditutup dengan pembacaan doa yang dibawakan oleh Jisman Lampeadja dari staf Pemcam Nambo. (red)

Social Header